Kota Mojokerto – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, terus mengoptimalkan kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata unggulan Kota Mojokerto. Upaya aktivasi kawasan tersebut telah dimulai sejak tahun 2025 melalui pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari camping ground hingga ruang kegiatan berskala besar.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menjelaskan, camping ground di kawasan TBM kini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka. Fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas untuk kegiatan perkemahan yang rutin digelar setiap akhir pekan.
“TBM sudah mulai kita aktifkan pemanfaatannya sejak tahun 2025. Camping ground telah digunakan secara rutin oleh anak-anak sekolah untuk kegiatan perkemahan, baik Jumat–Sabtu maupun Sabtu–Minggu,” ujar Ning Ita usai menyerahkan trofi penghargaan kepada para pemenang Dragon Boat Carnival 2025, Senin (15/12) sore.
Selain kegiatan edukatif, kawasan TBM juga difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai agenda yang menghadirkan massa dalam jumlah besar. Pada Senin (15/12), selain Dragon Boat Carnival 2025, sejumlah kegiatan turut digelar secara bersamaan, di antaranya Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Kota Mojokerto, penggalangan dana kemanusiaan, serta kegiatan tanam pohon yang melibatkan anggota Pramuka.
Menurut Ning Ita, lomba dayung perahu naga menjadi salah satu strategi untuk mengaktifkan Sungai Ngotok yang merupakan bagian dari kawasan TBM. Aktivitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata air sekaligus mendorong peningkatan kunjungan masyarakat.
“Ke depan, kami berharap kawasan wisata TBM semakin ramai dan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa TBM memiliki potensi lintas sektor, tidak hanya dari sisi pemanfaatan sungai, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi kreatif. Keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di kawasan tersebut telah berfungsi secara optimal sebagai pusat pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku usaha.
Dengan berbagai fasilitas dan aktivitas yang terus digerakkan, Pemerintah Kota Mojokerto menaruh harapan besar agar wilayah barat kota dapat tumbuh dan berkembang secara seimbang dengan kawasan tengah dan timur.
“Kami berharap pemerataan keramaian serta aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Kota Mojokerto dapat terwujud,” pungkasnya.
Sepanjang tahun 2025, berbagai event telah digelar di kawasan TBM, di antaranya Mojotirto Festival, Majapahit Run, Grand Final Pemilihan Gus Yuk Kota Mojokerto, Pagelaran Wayang Kulit, Mojo Art Exhibition, Pemilihan Duta Batik dan Duta Koperasi, Mojo Batik Festival, Mojohakordia Run 5K, hingga pengajian akbar bersama Gus Iqdam.