Kota Mojokerto – Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR) menggelar audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto sebagai upaya membangun sinergi dalam pengelolaan dan penguatan demokrasi di Kota Mojokerto.
Audiensi tersebut disambut langsung oleh jajaran pimpinan KPU Kota Mojokerto di Kantor KPU setempat, Selasa (20/1/2026). Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama, khususnya dalam bidang publikasi dan edukasi kepemiluan.
Ketua PWMR, Jayak Mardiansyah, menyampaikan apresiasi atas sambutan terbuka yang diberikan KPU Kota Mojokerto terhadap permohonan audiensi dari PWMR.
“PWMR lahir pada April 2025 dengan salah satu tujuan utama menghidupkan demokrasi di Kota Mojokerto. Kami ingin memastikan bahwa seluruh instansi mengetahui keberadaan organisasi wartawan di Mojokerto yang jumlahnya lebih dari satu,” ujar Jayak.
Ia menegaskan bahwa PWMR telah memiliki legalitas organisasi, begitu pula dengan 24 anggota yang tergabung di dalamnya, yang masing-masing telah memiliki legalitas media. Seluruh dokumen tersebut, lanjut Jayak, telah disampaikan kepada KPU melalui Google Drive.
Jayak juga menjelaskan bahwa PWMR memiliki karakteristik berbeda dibandingkan organisasi wartawan lainnya, karena banyaknya Pemimpin Redaksi dan Kepala Biro yang tergabung di dalam organisasi tersebut.
“Mayoritas media yang tergabung di PWMR merupakan media lokal Mojokerto, yang lahir dan berkembang di Mojokerto Raya. Meski demikian, ada pula media arus utama seperti Harian Pojok Kiri,” jelasnya.
Melalui audiensi ini, PWMR berharap dapat memperoleh ruang kerja sama yang setara, termasuk dalam undangan media gathering serta alokasi anggaran publikasi menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
“Berapa pun disposisi anggarannya, kami siap menerima dengan ikhlas. Niat kami murni untuk mengabdi dan berkontribusi bagi negeri,” tegas Jayak.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni, menyampaikan terima kasih atas kehadiran PWMR dan menyambut baik rencana kerja sama yang ditawarkan.
“Terkait media gathering dan publikasi, nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pak Yahya dan Pak Wiratmoko yang membidangi hal tersebut,” ujarnya.
Usmuni menambahkan, saat ini KPU Kota Mojokerto belum memasuki tahapan Pileg maupun Pilkada. Jika tidak ada perubahan, tahapan sosialisasi direncanakan dimulai pada Juni 2027, bersamaan dengan diterimanya anggaran, sebagian di antaranya dialokasikan untuk kegiatan publikasi.
Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Mojokerto, Ulil Abshor, M.Pd., menyampaikan bahwa KPU sebagai lembaga pelaksana undang-undang memiliki peran strategis dalam demokrasi, yang tidak terpisahkan dari peran media.
“KPU dan media ibarat saudara kandung dalam demokrasi. Kehadiran PWMR bukanlah orang asing, melainkan bagian dari upaya bersama mengelola demokrasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini KPU Kota Mojokerto fokus pada pemutakhiran data pemilih, pendidikan politik bagi pemilih pemula, serta menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah dan perguruan tinggi. Selain itu, KPU juga tengah membahas Peraturan KPU (PKPU) terkait Pergantian Antar Waktu (PAW).
Hal senada disampaikan Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Mojokerto, Suwaji, yang menegaskan bahwa pihaknya bertugas memastikan seluruh kegiatan KPU berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Audiensi ini menjadi kehormatan bagi kami. Dengan adanya peran media, seluruh kegiatan KPU Kota Mojokerto dapat diketahui dan diawasi oleh masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris KPU Kota Mojokerto, Wiratmoko, menambahkan bahwa pada prinsipnya KPU tidak memiliki pos anggaran khusus untuk publikasi.
“Biaya publikasi biasanya melekat pada masing-masing divisi, disesuaikan dengan ketersediaan dan perencanaan anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Kota Mojokerto, Yahya Sachrul Wahyu I.A., menyampaikan bahwa fokus programnya adalah peningkatan partisipasi pemilih.
“Upaya yang kami lakukan antara lain bekerja sama dengan murid dan guru, melakukan pemutakhiran data setiap tiga bulan, serta mengoptimalkan podcast dan media sosial KPU Kota Mojokerto sebagai sarana edukasi publik,” paparnya.
Ia berharap dukungan dari PWMR dapat membantu menyebarluaskan informasi kepemiluan secara lebih luas.
“Semakin banyak media yang memberitakan, tentu informasi akan lebih cepat sampai dan diterima masyarakat. Kami mohon doa dan dukungan PWMR demi suksesnya Pileg dan Pilkada mendatang,” pungkasnya.