“Satria Yana Anucasana, Nama Angkatan Baru Diktukba Polri 2025 SPN Polda Jatim”

Kebanggaan terpancar saat 247 siswa resmi dikukuhkan

Mojokerto – Rangkaian kegiatan Outbound Penutupan Tahap Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara) bagi 247 siswa Diktukba Polri T.A. 2025 SPN Polda Jatim mencapai puncaknya pada Sabtu (27/9/2025).

Setelah dua hari ditempa melalui berbagai ujian fisik dan mental, para siswa menuntaskan tantangan terakhir berupa ekspedisi darat sejauh 25 kilometer menuju Kesatrian SPN Polda Jatim. Perjalanan yang dimulai dari Kawasan Outbound Bernah De Vallei, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Jumat malam itu menjadi ujian pamungkas ketahanan mereka.

Dengan penuh semangat, seluruh siswa berhasil menjejakkan kaki kembali di gerbang SPN Polda Jatim pada pukul 01.15 WIB dini hari. Perjalanan pulang-pergi tersebut tercatat menempuh jarak total hingga 51 kilometer, menandai berakhirnya rangkaian lintas alam yang sarat makna perjuangan.

Usai pemulihan fisik dan rutinitas pagi, kegiatan berlanjut pada upacara penutupan sebagai puncak dari seluruh rangkaian pendidikan dasar. Upacara yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K., sekaligus menjadi momentum bersejarah pengukuhan nama angkatan.

Secara resmi, angkatan Diktukba Polri T.A. 2025 SPN Polda Jatim diberi nama “Satria Yana Anucasana”, yang bermakna Prajurit Pemberani yang Siap Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

“Nama ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah sekaligus doa yang akan melekat dalam setiap langkah pengabdian kalian di masa depan,” tegas Kombes Pol. Agus Wibowo dalam sambutannya.

Selain pengukuhan nama angkatan, dilaksanakan pula prosesi penetapan pejabat korps siswa. Suasana formal yang penuh kebanggaan kemudian berubah haru saat para siswa dipertemukan kembali dengan orang tua dan keluarga yang telah menanti. Isak tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai momen pertemuan, menjadi pelepas rindu setelah melewati fase pendidikan dasar yang penuh tantangan.

Namun, keharuan itu segera berganti dengan realitas kedisiplinan. Para siswa kembali ke rutinitas padat, mulai dari apel pagi, kegiatan belajar, hingga latihan terprogram.

“Kembalinya para siswa ke kehidupan disiplin menegaskan bahwa Tahap Dasbhara telah berhasil membentuk fondasi kuat bagi mereka,” ujar Kombes Agus.

Beliau menegaskan, tuntasnya tahap dasar bukanlah garis finis, melainkan gerbang awal. Setiap tindakan, sekecil apapun, adalah bagian dari proses panjang menempa diri menjadi prajurit Bhayangkara yang kelak siap melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *